Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Guru Utama Pelindungan Bahasa Daerah di Kabupaten Bangka. Kegiatan yang berlangsung pada 20–21 Juli 2026 ini dilaksanakan di Ruang Parai Tenggiri, Kantor Bupati Bangka. Sebanyak 40 peserta yang terdiri atas guru SD dan SMP mengikuti kegiatan tersebut.
Program Revitalisasi Bahasa Daerah di Pulau Bangka Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya serius Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Kantor Bahasa Babel untuk mengembangkan penggunaan bahasa Melayu Bangka dalam keseharian, khususnya di dunia pendidikan (kalangan siswa dan guru). Kegiatan bimtek ini juga dirancang untuk mempersiapkan para guru sebagai pengajar utama yang akan mengimbaskan penggunaan bahasa daerah di lingkungan sekolah.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, Drs. H. Asep Setiawan, hadir membuka acara dan menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Babel. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Kabupaten Bangka akan terus bekerja sama meningkatkan penggunaan Bahasa Melayu Bangka di kalangan generasi muda melalui berbagai program edukasi, pelatihan bagi tenaga pendidik, penyusunan bahan ajar, hingga pengembangan kegiatan kebahasaan dan kesastraan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Asep juga menambahkan bahwa Bahasa Melayu Bangka tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi sehari-hari, tetapi juga menyimpan nilai-nilai luhur yang mulai tergerus zaman. “Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan jati diri, sejarah, nilai kehidupan, dan kearifan lokal yang diwariskan leluhur. Di dalam Bahasa Melayu Bangka tersimpan sopan santun, rasa hormat, dan cara pandang khas masyarakat kita,” ujar Asep. Ia juga menekankan bahwa sekolah memegang peran paling strategis dalam proses pewarisan ini. Para guru juga merupakan ujung tombak yang menentukan apakah generasi mendatang masih akan mengenal dan menggunakan bahasa ibu mereka.

Pada kegiatan bimtek ini para guru pengajar utama mendapatkan materi dari narasumber yakni Ibu Tien Rostini yang mengajarkan materi Pidato Bahasa Melayu Bangka, Bapak Zalfika Ammya yang mengajarkan materi Bepantun Bahasa Melayu Bangka, Ibu Ira Esmiralda mengajarkan materi Mendongeng Bahasa Melayu Bangka, serta Ibu Inayah Khoiriti yang mengajarkan materi Menulis Cerita Bahasa Melayu Bangka.
Tahapan Menuju Festival Tunas Bahasa Ibu
Menurut Dwi Oktarina, selaku Ketua Pelaksana Bimtek RBD di Kabupaten Bangka, rangkaian RBD akan akan berujung pada Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat provinsi. “Bimtek ini baru tahap awal saja, Bapak/Ibu. Kami akan terus mendampingi guru melalui monitoring implementasi modul pembelajara di sekolah-sekolah hingga menuju ke Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi nanti,” ujarnya.
Setelah pelaksanaan bimtek selesai, Kantor Bahasa Babel juga akan melaksanakan kegiatan serupa dengan melibatkan guru SD dan SMP di empat kabupaten lain di Pulau Bangka. Harapannya, kegiatan ini dapat menjangkau berbagai wilayah di Pulau Bangka agar pengimbasan kepada para siswa dan juga rekan sejawat lain dapat diimplementasikan secara optimal dan menyeluruh.





